Seperti yang kita tahu, bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia menjadikan beras (nasi) sebagai makanan pokok dalam memenuhi kebutuhan karbohidratnya. Beras sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia sebelum Indonesia terbentuk. Konsumsi beras di Indonesia termasuk tertinggi di Asia, tapi cenderung menurun setiap tahunnya, hal ini karena pemerintah menggalakkan diversifikasi pangan dan masyarakat semakin sadar untuk mengkonsumsi sumber karbohidrat yang lebih sehat.
Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas dan subur, sebagian besar tanahnya cocok untuk pertanian. Oleh sebab itu, Indonesia disebut sebagai negara agraris. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh petani Indonesia dalam melakukan penanaman alternatif pangan, salah satunya adalah kentang. Kentang dapat menjadi alternatif pasokan sumber beras sekaligus sumber serat dan karbohidrat kompleks yang baik. Ini dapat menjadi landasan dasar mengapa kentang lebih baik dijadikan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia daripada beras.
Kentang mengandung banyak zat gizi yang baik termasuk juga karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan serat. Selain itu, kentang juga mengandung lemak dalam jumlah relatif kecil, yaitu 1,0%-1,5%. Disisi lain, kentang juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah kentang dapat membantu menurunkan tekanan darah, kandungan potasiumnya yang tinggi sangat penting unutk kesehatan tekanan darah. Masyarakat tengah sering menjadikan kentang sebagaipengganti beras. Kedua makanan tersebut sama-sama mengandung karbohidrat, tetapi kentang memiliki lebih banyak nutrisi penting.
Dari melihat kedua kandungan gizi diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa, kentang jauh lebih unggul sebagai makan pokok masyarakat Indonesia daripada beras (nasi). Hal ini dapat didukung oleh pemerintah dalam memperbanyak penanaman kentang di negara ini.

Komentar
Posting Komentar