GARA-GARA FISIKA - M. ARIF BILLAH

    Pada pagi hari yang cerah, di suatu kota yang mulai padat oleh aktivitas kehidupan, telah pergi seorang anak laki-laki dengan wajah bersinar bagai mentari. Dan semangat yang membara menuju ke sekolah. Namanya Arman, ia adalah seorang murid yang antusias di dalam pelajaran sekolah, yang menjadikannya sebagai saingan berat bagi teman-temannya pada setiap kali penilaian semester. Hal itu lantaran terjadi karena ia mampu menguasai berbagai bidang pelajaran kecuali satu, FISIKA.

    Arman memang pandai dalam berbagai bidang pelajaran, akan tetapi entah mengapa ketika di dengar nama FISIKA di telinganya, maka seketika ia akan malas mengikuti pelajaran. Bahkan untuk melihat jadwal mapelnya saja ogah apalagi menghadiri kelas. Hingga ia sering di tegur bapak ibu guru karena sering membolos di jam FISIKA.

    Awal mula kali Arman benci pada FISIKA adalah ketika di selenggarakannya Ulangan Semester oleh Bu Ummi selaku guru mapel FISIKA dimana pada saat ittu teman-teman Arman menyontek pada dirinya, karena ia adalah tempat rujukan setiap kali diadakannya ulangan. Hari dimana Bu Ummi membagikan hasil ulangan, seluruh kelas di kejutkan dengan nilai-nilai mereka yang sangat bagus lain halnya dengan Arman, ia terkejut setengah mati melihat nilainya anjlok. Akhirnya ia memutuskan pergi menemui Bu Ummi untuk mengklarifikasi hasil ulangannya.

    Dengan amarah yang bergejolak di dalam dirinya, ia mendapati Bu Ummi sedang duduk manis di koridor sekolah, kemudian Arman menghampiri beliau dan berkata  “Assalamualaikum bu.” Kata Arman, dengan sedikit menahan amarah membara dalam dirinya. “Waalaikumsalam nak Arman, ada perlu apa?” Bu Ummi menjawab. 

    Arman kembali bertanya. “Apa Bu Ummi tidak salah memberi nilai ulangan saya dengan nilai ini?” Dengan sedikit emosi yang tertahankan, Bu Ummi sambil santai menjawab “Tidak, saya tidak salah, itu hasil belajarmu selama satu semester.”

    Arman berkata lagi “Tapi bu, ulangan saya dibuat contekan sama teman-teman, kok punya saya jelek tapi yang lain bagus-bagus!” Bu Ummi sedikit terkejut dengan tuturan Arman, beliau kemudian berkata. “Ya itu masalahnya, perbuatanmu memberi jawaban pada teman-teman itu sudah salah apalagi dengan nilai ulanganmu.” Arman dengan malu hanya bisa diam mendengar jawaban gurunya. Lalu Bu Ummi pamit meninggalkannya yang hanya bisa diam seperti patung.

    Waktu demi waktu berganti, Arman mulai sadar akan kesalahannya. Ia menyesal mengapaa bisa iamemberi contekan pada teman-teman ketika ulangan, padahal ia sendiri sudah tahu hal tersebut adalah tindakan yang salah. Pada waktu luang ia menemui Bu Ummi untuk meminta maaf atas perkatannya yang kurang sopan pada beberapa waktu lalu. Akhirnya ia bisa mengikuti pelajaran FISIKA dengan semangat seperti yang lain.

ANALISIS UNSUR CERPEN

1. Tema : Pendidikan

2. Tokoh dan Penokohan :

  • Arman : Antagonis
  • Bu Ummi : Protagonis

3. Alur : Campuran

4. Latar : Sekolah

5. Sudut Pandang : Orang ketiga serba tahu

6. Amanat : Kita sebagai pelajar harus menerapkan sikap jujur

7. Nilai dalam cerpen :

  • Nilai sosial dan moral : Meminta maaf kepada guru atas kesalahan yang diperbuat

Komentar