KEBOHONGAN DALAM PEMBELAAN
Judul buku : Teruslah Bodoh Jangan Pintar
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara
Tahun : 2024 (cetakan ke-5)
Teruslah Bodoh Jangan Pintar merupakan sebuah novel yang terbilang cukup berani karena novel ini mengangkat isu yang dekat dengan negara kita, yang bahkan bisa dibilang mirip. Fokus utama pada cerita ini di novel ini adalah berlatar di pengadilan tertutup, yang saat itu digelar proses sidang dengan pendapat. Ada beberapa aktivis lingkungan yang mengajukan gugatan terhadap salah satu perusahaan tambang yang bernama PT Semesta Minerals dan Mining milik Tuan Liem. Gugatan tersebut ditujukan karena perusahaan tambang dianggap memiliki anak tambang yang ilegal dan selama prosesnya merugikan masyarakat setempat serta dampaknya yang buruk terhadap lingkungan dan ekosistem di sekitarnya. Proses sidang itu tidak semudah yang dibayangkan oleh para aktivis-aktivis lingkungan mengingat lawan-lawan mereka yang memiliki jaringan yang luas juga memiliki kekuasaan dimana-mana.
Secara garis besar, novel ini menceritakan perjuangan para aktivis selama sidang berlangsung. Mulai dari strategi-strategi yang mereka gunakan, cerita saksi-saksi yang mengalami langsung kejadian adanya proyek raksasa itu, bantahan-bantahan licik oleh pengacara dari pihak tergugat dan kecurangan yang terjadi di negara tersebut.
Salah satu kekuatan utama dari novel ini adalah walaupun novel ini termasuk fiksi, adegan novel didalamnya dekat dengan realita yang terjadi pada saat ini, hal ini membuat pembacanya seolah-olah merasakan langsung kejadian itu. Tidak cukup sampai disitu, novel ini juga menggunakan bahasa yang sederhana, Tere Liye mampu mengemas alur yang rumit dengan bahasa yang sederhana. Alur yang dipilih adalah alur campuran, yang dimana pembaca akan diajak kembali ke masa lalu untuk melihat hal yang mengakibatkan persidangan itu terjadi. Alur yang sering berganti-ganti pun tidak membuat pembaca pusing dalam membacanya karena penulis selalu menggunakan kalimat yang menyatakan waktu kejadian.
Mungkin kekurangan dalam novel ini berada pada akhir cerita. karena jalan pikiran tokoh yang tidak sesuai dengan harapan, tidak ada solusi yang tepat untuk menyeesaiklakn konflik cerota membuat bagian ending terasa tidak nyata. Memang, penulis sudah mewanti-wanti pada bagian ending dibuat untuk keperluan cerita saja. bagian akhir cerita sangat tidak nyata dan hanya terkesan sebagai pemanis saja. Padahal cerita berjalan sangat baik mulai dari orientasi hingga klimaks, namun pada bagian resolusi, penulis akan memberikan tikungan tajam untuk mengakhiri cerita dengan memberikan solusi terhadap konflik yang terjadi pada cerita. Saya rasa masih banyak opsi untuk mengakhiri cerita dengan nyata.
Secara keseluruhan, novel ini sangat menarik untuk dibaca, settingnya sangat full di pengadilan, begitu juga dengan perdebatannya. Saya bisa membayangkan bagaimana perdebatan antara penggugat dengan tergugat, dengan pengacaranya yang sangat luar biasa. Mulai dari mereka memainkan isu, masa, konflik di lapangan. Itu adalah hal yang sangat menarik untuk dibaca bagi para pecinta buku.

Komentar
Posting Komentar