Lagu
about you dari the 1975 , mengalun lembut melalui kabel headphone ku , lalu
menerobos ke dalam telingaku. Bintang gemintang berkilau sepanjang mata
memandang. Malam ini, aku memutuskan untuk duduk di balkon kamarku.
Macbook dan secangkir good day hangat
yang saat itu sedang menemaniku. Aku
ingin mengetikkan sesuatu di layar laptopku tapi nihil karena pikiranku terus
berkalut dengan sosok “itu”. Satu kata yang membuatku terus terjaga di
sepanjang malam minggu ini. “Aku gak mau pacaran aku mau menjaga hafalanku “
itulah kata – kata yang membuatku tak bisa tidur.
Aneh
memang jika ceritaku tiba – tiba berada di fase itu. Aku deskripsikan
sedikit tentang sosok yang memenuhi isi
pikiranku itu. Dia mostwanted sekolah dengan tubuh atletis, tinggi kesamping,
mata yang tajam dibalut dengan bulu mata
lentik. Eh terlalu detail ya?. Senyumnya
manis hingga saat pertama kali aku melihatnya disekolah, kedua netraku seakan
langsung bisa mendeskripsikan tentang sosok yang sedang ku perhatikan. Menyukai
seseorang bisa kan dari mana saja?.
Desember,2020
Bulan desember kemarin setelah satu tahun sepuluh bulan aku pembelajaran secara luring. Akhirnya aku bisa belajar secara langsung di sekolah tanpa harus pembelajan luring dipondok . Meski setiap harinya ada sesi antara cewek pagi dan cowok siang .saat itu Sekolahku mengadakan lomba menghias kelas, yang akhirnya kelasku mengajak kumpulan kelas dengan anak cowok untuk membahas lomba menghias tadi. Saat itu aku hanya diam menyimak karena aku tak tahu harus berpendapat apa. Intinya aku terima jadi. Setelah keheningan mulai ada diantara anak cewek dan cowok, salah seorang anak yang katanya sekertaris kelas tiba – tiba menceletuk .” eh , dimana ini bendaharanya? uangnya ada di dia semua masalahnya kok belum datang ini anaknya ? “ . Seketika semua pandangan terarah pada si sekertaris tadi . lalu, seorang di sebelahnya menyela . “ Lah anaknya aja gak masuk sekolah , dia lo tadi ada dipondok “ ujarnya yang rupanya sepondok sama si bendahara itu.
Setelah
semua pembahasan berakhir, satu persatu murid kelasku kembali ke rumah atau
pondok masing-masing. Aku dan temanku tidak ingin balik cepat ke pondokku,
karena kebetulan besok pondokku liburan dispen. Aku melirik arloji di tanganku
yang menunjukkan pukul 9 artinya masih
ada 3 jam lagi pintu gerbangku ditutup. Aku memutuskan untuk duduk di depan
kelas sambil menunggu imaz piket kelas dan rupanya juga sedang bercanda ria
dengan si sekertaris tadi. Aku tidak tahu namanya, tapi aku sempat mendengar imaz
mengatakan satu nama “ ian” , sempat aku menguping pembicaraan mereka
tadi. “eh namamu siapa se?” tanya imaz ingin tahu. “ kepo rek !” jawab si
sekertaris. “sombong luu” gerutu imaz. “waduh namaku ian, emang namamu siapa ?”
jawab ia dengan bertanya balik. “imaazz” jawab imaz dengan sedikit dongkol. Aku
tertawa cecikikan melihat mereka berdua .
Ekor
mataku melihat ada pergerakan di samping kanan, sosok berperawakan santri
karena ke sekolah memakai kemeja hitam,sarung dan dilengkapi kopyah hitam. Aku
menatap kemejanya dan rupanya itu seragam pondok. Ada nama di name tag nya dan
bertuliskan “zahid muhammad alhafs” nama yang terlalu mudah untuk ku hafal, dan
nantinya nama itu yang mungkin akan terus terpatri dihatiku. Aku menggurutu
didalam hati “siapa seh udah tau pulang sekolah, malah balik ke sekolah, mana
ga pakai seragam lagi”. Sosok itu terus melangkah berjalan melewatiku, dan
tanpa kusadari dia melangkah masuk kedalam kelasku. Aku mengintip ke jendela
kelasku dan aku mendengar ian teriak seperti orang kesurupan. “Laaa ini rekkk
yang ditunggu dari tadi, kemana aja kamu he, sampai orang-orang udah pulang semua, mana uangnya
kamu bawa semua, kasian tadi yang dikasih tugas belanja perlengkapan menghias
kelas” ujar ian sambil memasang wajah masam. Aku membatin “oh itu rupanya si
bendahara kelas”. Lalu aku melihat si bendahara tadi bicara “we orang-orang
ngefans paling sama aku” terang si bendahara dengan percaya diri. “ Ini
ta yang katanya most wanted sekolah? Siapa zahir, zahid siapa yan?” tanya imaz
yang juga merasa jengkel. Si bendahara hanya diam,sepertinya dia merasa
bersalah. Imaz keluar dengan wajah sebal disusul ian dibelakangnya. “temenmu
ini lo za, kok merengut terus takut aku za ”celetuk ian. “ya berarti dia wakil
ketua kelas yang perhatihan” jawabku sok dewasa. “oh iya yan, senin aku sama
imaz ga bisa ikut plus bantuin , sama orang-orang yang sepondok sama aku izin
semua, soalnya besok kan pondok ku pulang” aku mengingatkan sesuatu pada ian. “iya wes gampang kok , pokok udah
iuran sama bayar kasnya lunas”jawabnya. Aku elihat imaz disisiku yang hanya
diam sedari tadi, rupanya mood nya berubah sejak si zahid tadi datang. Aku
ingin berpamitan pada ian, tapi lagi-lagi kedua netraku menangkap sosok yang
keluar dari kelas yaitu zahid. Aku meliriknya sekali lagi dan aku ingin
berkomentar bahwa dia memliki perawakan wajah yang bisa dibilang “ganteng”. Aku
buru-buru mengalihkan pandangan karena zahid berjalan mendekatiku. “ yan aku
sama imaz balik dulu ya “ pamitku pada ian , meski disebelahnya ada zahid yang
sengaja tidak ku sebut. “ iya za hati-hati imaz ngeluarin tanduknya lo,
merengut aja rek” jawab ian dengan menggoda imaz . “ apa se yan, gajelas deh”
sahut imaz menyolot. Aku dan imaz membalikkan badan. Aku memutuskan langsung
pulang karena aku tidak tega melihat imaz sudah cemberut. Rencana kami gagal
untuk balik dhuhur.
Desember,2020
Akhirnya desember tahun ini pondokku
ada dispen pulang. Aku dijemput bunda pagi-pagi sekali. Rupanya bundaku sudah
rindu padaku. Setelah aku mengambil kartu pulang dan sowan kepada ibu
pengasuhku aku langsung mengambil barang-barang yang kuperlukan saat dirumah.
Saat aku tiba di rumah aku langsung merapikan barangku dan membersihkan
badanku.
Hari
kamis, hari ke 4 aku dirumah, aku melihat hp ku yang disitu ada notif dari imaz
yang semakin hari riuh dengan pembahasan yang silih berganti. Dia mengatakan
bahwa hari ini anak pondok MT pulangan, aku menyerngit bingung karna aku tidak
tahu harus membalas pesan imaz apa. Sampai akhirnya aku ingat bahwa si zahid
anak MT. Aku membuka grup kelasku dan mencari apakah zahid masuk ke dalam grup
kelas. Aku mencari photo profile zahid dan ternyata ada. Entah keberanian dari
mana tiba-tiba aku mengirim chat kepadanya, dan aku berharap dia tidak
membalasnya.
Januari 2021
Tidak
pernah terpikir sebelumnya jika si most wanted sekolah membalas pesan dariku.
Mungkin kalian akan berpikir bahwa aku hanya sekedar perkenalan tapi
kenyataannya makin hari aku semakin dengannya. Hingga suatu hari dia mau pergi
rumah neneknya entah kenapa dia mengirimkan pesan seperti ini, “aku mau ke
rumah nenek besok, nanti kalau aku sudah sampek rumahnya tak vidio call”. Pasti
kalian bertanya-tanya ngapain sampek di vc segala iya kan?. Apa mungkin aku
sudah “sedekat” ini dengan most wanted sekolah. Tidak ada satupun temanku yang
tahu kecuali si imaz. Imaz berkata bahwa hal ini sudah bisa di tebak olehnya. “
halah za matamu kalau lihat yang bening itu langsung menyala” kata imaz waktu
aku vc dengannya. Jadilah pulangan desember ini aku sibuk dengan hp ku juga
sibuk mencerna isi hatiku saat ini.
Pernah
disuatu malam grup kelasku sedang ramai , ya meskipun hanya sebagian yang ikut,
kebetulan aku ikut nimbrung malam ini, karena malam sebelumnya aku tidak pernah
ikut. Ada yang bilang ke zahid bahwa aku ngecrusin dia, aku berpikir bahwa
tidak ada yang tahu kecuali imaz. Sampai aku sadar bahwa tadi aku membuat story
yang disitu aku berfoto ria dengan aku membawa balon inisial z, dan aku lupa
men-privat si anak tadi. “duh kok bisa se aku lupa, yakpa ini kalok zahid,, duh
ga tau wes”.
Dari
malam itu kira-kira jam 12 malam, zahid mengirim aku pesan,” za, aku gak mau
pacaran , aku mau menjaga hafalaku” dengan cepat aku membalas “ lo iya ngapain
se kayak gitu, aku aja ga sampek mikir kayak gitu” ujarku dengan hati yang
begdegup kencang. Malam itu setelah membalas dari zahid entah kenapa
headphoneku mengalunkan lagu yang berjudul” namun bolehkah sekali saja ku
menangis” seakan sportifyku tahu akan isi hatiku. Memang sudah seminggu ini
aku-dekat dengannya. Entah kenapa saat dia mngirim chat itu aku seperti
kehilangan. Apa aku salah berharap seperti itu?. besoknya aku langsung mengirm
chat kepada imaz dan aku bercerita tentang kronologi malam itu. imaz menuturku
untuk untuk tidak terlalu berharap lebih kepada orang lain.
Desember 2022
Desember tahun ini aku
memilih untuk duduk di pelataran coffe kota, dengan alunan musik dari Raissa
Anggiani di bait “Bisa kau putuskan siapa pemenang di hatimu kala itu.” Aku
membuang napas kasar sambil menatap lurus ke hiruk piuk kota. Untungnya kak
vita (kakakku) sibuk dengan temannya. Aku mengetikkan sesuatu di macbook ku
dengan judul “kesempatan.” Malam semakin legang,kebetulan? Apa arti kata itu?
sama seperti aku yang tidak tahu arti kesempatan >Kata bang TERE
LIYE<
UNSUR
INTRINSIK
Ø TEMA : Menyukai seseorang
yang tidak bisa dimiliki
Ø ALUR : Maju mundur
Ø LATAR :
Tempat
: balkon kamar, sekolah dan kafe
Waktu
: malam hari dan pagi hari
Sosial
: berhubungan dengan norma atau ekspektasi terhadap hubungan pribadi
Ø TOKOH PENOKOHAN :
AKU
: memiliki perasaan yang mendalam tapi sulit untuk mengungkapkan
zahid
: Mandiri dan Teguh pada Pendiriannya, merasa bahwa kebebasan pribadinya adalah
segalanya. Ia berusaha keras untuk menjaga jarak emosional dan tidak membiarkan
orang lain mendominasi hidupnya. penuh Kontradiksi: Ia sering
bertindak dengan cara yang tidak konsisten—kadang menunjukkan perhatian, kadang
bersikap dingin. Hal ini menambah kebingungannya dalam hubungan. Serta
Ø SUDUT PANDANG : Orang pertama
(Pembaca dapat memahami dunia batin tokoh utama lebih intim, mengalaminya dari
sudut pandangnya sendiri)
Ø AMANAT : Cerita dengan tema ini bisa menyampaikan
pesan tentang pentingnya **kebebasan pribadi** dan **independensi** dalam hidup
seseorang, namun juga menyadarkan pembaca bahwa **keterikatan emosional dan
kedekatan** adalah bagian penting dari kehidupan yang tak bisa dipungkiri.
Dalam perjalanan cerita, bisa ada refleksi tentang pentingnya menerima
kenyataan bahwa **tidak semua orang akan bisa dimiliki sepenuhnya**, dan itu
adalah bagian dari kompleksitas hidup manusia.
Ø GAYA BAHASA: Gaya bahasa dalam cerita ini bisa melibatkan:
- **Deskripsi yang mendalam** tentang perasaan
dan dunia batin tokoh utama. Hal ini akan membantu pembaca merasakan
kebingungan dan kebebasan yang dirasakan oleh tokoh tersebut. Pesan
Moral**
- **Keindahan dalam Kebebasan**: Cerita ini bisa mengajarkan bahwa
kebebasan pribadi itu penting, tetapi tidak selalu mudah dicapai tanpa
mengorbankan hubungan dengan orang lain.
- **Pentingnya Keterikatan**: Meski kebebasan adalah nilai utama, cerita ini mungkin juga mengingatkan pembaca bahwa manusia membutuhkan kedekatan emosional untuk merasa lengkap dan bahagia.
> PESAN MORAL:
-
Keindahan dalam Kebebasan: Cerita ini bisa mengajarkan bahwa kebebasan pribadi
itu penting, tetapi tidak selalu mudah dicapai tanpa mengorbankan hubungan
dengan orang lain.
- Pentingnya Keterikatan: Meski kebebasan adalah nilai utama, cerita ini
mungkin juga mengingatkan pembaca bahwa manusia membutuhkan kedekatan emosional
untuk merasa lengkap dan bahagia.


Komentar
Posting Komentar