LAUT BERCERITA : SEBUAH NARASI TENTANG POLITIK, CINTA, DAN KEABADIAN - JIHAN NABILA HISANAH RAMADHANI

LAUT BERCERITA : SEBUAH NARASI TENTANG POLITIK, CINTA, DAN KEABADIAN


Judul Buku : Laut Bercerita
Penulis : Leila Salikha Chudori
Tebal Buku : 379 Halaman
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun Terbit : 2024 (cetakan ke-68)

    Novel Laut Bercerita ini berlatar di tahun 1998, mengisahkan tentang seorang mahasiswa bernama Biru Laut Wibisono yang diculik oleh sekelompok orang tidak dikenal. Bersama dengan tiga temannya yang lain, dia dibawa ke sebuah tempat tidak dikenal dan disekap selama berbulan-bulan. Selama disekap keempat sekawan itu diinterogasi dan disiksa secara tidak manusiawi oleh pihak yang menentang aktivitas mereka agar bersedia membuka suara. Orang-orang ingin tahu siapa dalang di balik gerakan aktivis dan mahasiswa kala itu. Masih di tahun yang sama, keluarga Wibisono tengah menjalani aktivitas di hari Minggu seperti biasanya. Setelah acara masak bersama, sang ayah menyusun piring di atas meja untuk empat orang, untuk dirinya, sang ibu, si bungsu, dan Biru Laut. Namun, Biru Laut tidak kunjung muncul.

    Dua tahun pasca hilangnya Biru Laut, sang adik yaitu Asmara Jati dan tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin oleh Aswan Pradana mencoba mencari jejak mereka yang hilang. Mereka juga mempelajari testimoni dari mereka yang kembali. Kekasih Laut, Anjani dan juga orang tua serta istri aktivis yang hilang turut menuntut kejelasan nasib anggota keluarga mereka. Sementara itu, dari dasar laut yang sunyi, Biru Laut bercerita kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.

    Salah satu keunggulan dari novel ini yaitu penokohan karakter yang bagus dan mudah dipahami sehingga kita dapat merasakan suasana yang diceritakan di dalamnya. Tidak seperti novel pada umumnya, novel ini lebih banyak memakai kata-kata baku daripada kata-kata gaul. Selain itu, novel ini juga bersifat edukatif atau mendidik sehingga sangat mudah memahami sejarah dalam bentuk fiksi bagi para pembacanya. Dan sangat banyak sekali nilai moral yang bisa diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Meskipun memiliki keunggulan, namun tetap saja novel ini memiliki kelemahan. Kelemahan yang dimiliki novel ini terletak pada alur, alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran (maju & mundur) sehingga terkadang membuat pembaca kesulitan dan bingung. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang cukup dan fokus yang tinggi dalam membaca novel ini.

    Untuk para penggemar novel bergenre fiksi sejarah, novel Laut Bercerita dapat menjadi pilihan yang baik. Novel ini tidak hanya menghadirkan sejarah kelam di masa lalu tetapi juga menyentuh isu kemanusiaan universal, seperti hak asasi, cinta, dan solidaritas. Pembaca diajak merasakan kepedihan dan kekuatan tokoh dalam menghadapi penindasan. Dengan gaya penulisan yang puitis, Laut Bercerita berhasil megajak pembaca untuk melakukan refleksi tentang pentingnya perjuangan untuk keadilan.



Komentar