RINDU - AHMAD NUR WAHID

Hujan rintik-rintik membasahi jendela kamar, irama yang serupa dengan detak jantungku yang tak menentu. Aroma tanah basah menyeruak, mengingatkan pada sore itu, di bawah pohon beringin tua, kita berbagi senyum dan bisikan rahasia.

Secangkir kopi yang masih hangat di tangan ini terasa pahit, seperti rasa rindu yang menggelegak di dada. Foto usang di meja, wajahmu yang tersenyum, menjadi saksi bisu betapa panjangnya waktu yang telah berlalu. Setiap tetes hujan seolah-olah membawa pesan, pesan rindu yang tak terucap, yang hanya bisa ku mengerti dalam sunyi malam ini. Kapan lagi kita akan berbagi cerita di bawah langit senja yang sama? Kapan lagi aku bisa merasakan hangatnya sentuhanmu? Rindu ini, seperti hujan ini, tak kunjung reda.

Komentar