TANAH SUCI - M. RICHARD ANANDA RIFA'I

    Matahari Mekkah menyala terang di atas langit biru yang tanpa cela. Debu dan pasir yang beterbangan di sepanjang jalan kecil itu seolah menyampaikan kisah ribuan tahun yang terukir di tempat ini. Richard, seorang pemuda penuh dosa dari Indonesia, melangkah dengan hati penuh haru. Perjalan tahun ini adalah anugerah yang tak pernah ia duga sebelumnya.  

    Di hadapannya, Ka'bah berdiri megah. Hitam pekat kiswahnya memantulkan bayang para jamaah yang mengitarinya dengan doa dan air mata. Richard berdiri terdiam. Ia teringat kampung halamannya, rumah kecilnya di desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Tanah Mekkah ini begitu berbeda, tetapi entah mengapa ia merasa begitu dekat

    Hari itu, Richard menghabiskan waktu berkeliling Masjidil Haram. Ia menatap setiap sudut masjid, mendengar setiap doa yang diucapkan oleh orang-orang yang datang dari segala penjuru dunia. Dalam keheningan itu, ia menyadari sesuatu: bahwa doa-doa manusia di tempat ini tak pernah berbatas bahasa ataupun warna kulit. Semua sama di hadapan.  

    Di tanah Mekkah, di antara debu dan bintang, richard belajar tentang arti cinta dan kepasrahan yang sesungguhnya. Di tanah ini pula, ia tahu bahwa keajaiban adalah jawaban dari hati yang tulus.

Komentar