Judul buku : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Republika
Terbit : Jakarta, 2009.
Tebal halaman : 426 halaman
Sinopsis Buku :
Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut- marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima Pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?
Maka apakah kita akan bertanya: Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memilki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?
Ray (tokoh utama dalam kisah ini), ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya.
Siapkan energi Anda untuk memasuki dunia Fantasi Tere-Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana. Maka mulailah membaca dengan menghela nafas lega.
Kelebihan Buku :
Novel ini sarat akan pesan moral. Pembaca dibuat masuk dan seolah-seolah merasakan apa yang dialami tokoh utama. Novel ini secara tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan kita yang sama dengan apa yang dipertanyakan tokoh utama berdasarkan pandangan dari penulis. Novel ini menjelaskan secara terperinci tiap adegan sehingga membuat pembaca tergugah dan terkesan.
Kekurangan Buku :
Novel ini memiliki alur campuran, sehingga pada awal cerita pembaca dibuat bingung karena kejadian-kejadian yang tidak bersambung yang baru akan ditemukan korelasinya di akhir cerita. Terdapat beberapa kata yang tidak umum digunakan yang membuat pembaca harus mencari tau lebih dalam maknanya untuk memahami cerita ini.
Kesimpulan Buku :
Di novel ini, kita bisa belajar dari Tokoh Ray bahwa dari setiap apa yang terjadi pasti ada sebab-akibat, baik itu positif maupun negative, dan kita harus melihat apapun yang menimpa kita dalam bentuk musibah dari segi positif agar kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, jangan terburu-buru berprasangka buruk pada Sang Pengada kejadian.

Komentar
Posting Komentar