TAMAN KENANGAN - M. CHAMDAN NA'IM

Di tengah kota yang riuh tak henti,
Ardi berjalan, mencari arti.
Langkahnya lelah, hatinya sepi,
Hingga ia temukan taman tersembunyi.

Taman itu sunyi, terlupa waktu,
Dijaga pohon besar, kokoh dan syahdu.
Bangku usang dan bunga-bunga pudar,
Seakan menanti cinta yang kembali sadar.

Papan tua dengan tulisan samar,
"Taman Kenangan," pesan yang pudar.
Menggugah memori masa kecilnya,
Tawa dan riang yang kini tiada.

Setiap sore ia kembali,
Menemukan damai di dalam sunyi.
Di sana ia bertemu seorang wanita,
Penjaga kenangan, penuh cinta.

"Kenangan seperti taman ini, nak,"
Katanya lembut, penuh bijak.
"Jika dilupakan, ia akan hilang,
Tapi jika dirawat, ia kan terang."

Ardi pun belajar merawat kembali,
Taman dan hidupnya yang sepi.
Menyapu dedaunan, menanam bunga,
Membangkitkan yang hampir sirna.

Kini taman itu hidup kembali,
Bunga bermekaran, pohon berseri.
Bagi Ardi, taman itu mengajarkan,
Bahwa hal kecil perlu dihargakan.

Seperti kenangan yang tersembunyi,
Di balik hiruk-pikuk dunia ini.
Taman itu berkata tanpa suara,
"Hiduplah dengan hati, bukan hanya cara."


Komentar