GARIS TAKDIR - ALIYA MUTIA HANUM

Di langit biru terbentang samar,
garis halus tak kasat mata,
menghubungkan jiwa-jiwa yang berkelana,
melintasi waktu, menembus asa.

Kita berjalan di atas benang tipis,
terayun pelan di angin takdir,
setiap langkah adalah bisik sunyi,
dari semesta yang tak pernah tidur.

Ada yang bertemu di persimpangan,
sekilas pandang, lalu berpisah,
ada pula yang berjalan sejajar,
hingga akhir cerita tiba perlahan.

Namun, siapa bisa membelokkan arah?
Jika garis ini sudah diguratkan,
di telapak tangan, di dalam dada,
dalam detak yang tak pernah kita kira.

Mungkin kita adalah dua titik,
yang dihubungkan oleh garis rahasia,
meski berliku, meski penuh tanda tanya,
takdir selalu tahu ke mana akhirnya.


Komentar