JEJAK WAKTU YANG ABADI - ANANDA DWI PRATIWI

Angin berbisik lembut di malam sunyi, 
langit bertabur cahaya, namun hati merintih. 
Detik berlalu tanpa kembali, 
membawa jejak yang tak terganti. 

Disudut ladang yang sepi, 
kau duduk diam menatap cakrawala. 
Tatapanmu menari dalam kebisuan, 
seolah membaca rahasia semesta. 

Genggaman hangat diujung perpisahan, 
bisikmu lirih, namun menggetarkan. 
"Kehidupan hanyalah titipan, 
jangan biarkan ia berlalu sia-sia."

Aku ingin menahan waktu, 
mengikatnya dalam genggaman. 
tapi ia terus melaju,
tanpa memberi jeda untuk perpisahan. 

Kini kau telah hilang dalam keabadian, 
tapi suaramu tetap dihatiku. 
Dalam setiap langkah yang ku tapaki, 
kau hidup dalam setiap detik ku.

ANALISIS :
1. Inti cerita
a.) Tema. Menceritakan tentang :

- Kehidupan dan makna waktu

- Kebijaksanaan dan penghargaan terhadap kehidupan 

- cinta dan kehilangan.


b.) Tokoh dan Penokohan

- Rani : Gadis desa yang sederhana, penyayang, pekerja keras, dan penuh kasih sayang.

- Kakek : Bijaksana, penuh kasih sayang, dan menghargai waktu

- Nenek : Perhatian dan pekerja keras.


 c.) Sudut Pandang 

Orang ketiga serba tahu. 


 d.) Latar

- Tempat : desa kecil diujung timur pulau, kebun, dan rumah rani

- Waktu : sore, malam, keesokan paginya.

- Suasana: haru, sedih, penuh makna, hangat


 e.) Amanat

   Hidup bukan soal berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani hidup dengan penuh makna


 2. Kata Kunci

a.) waktu

b.) kehidupan

c.) perpisahan

d.) kenangan

e.) kebijaksanaan

f.) cinta

g.) kehilangan

h.) penghargaan

i.) keabadian

j.) warisan hati


 3. Diksi / Pilihan kata

- Berhembus pelan

Berbisik lembut

- Langit penuh bintang

Langit bertabur cahaya

- Hati terasa berat

Jiwa merintih dalam sunyi

- Waktu yang berharga.

Detik yang tak kembali

- Genggaman erat

Dekapan hangat perpisahan

- Pergi meninggalkan dunia 

Menghilang dalam keabadian

- Kenangan yang tersisa  

Jejak waktu yang abadi

Komentar