LANGKAH KECIL MENUJU MIMPI - PANDU HAIDAR WICAKSONO

Diwaktu sore aku menjelajahi senja,
Langkahku menari di jalan desa.
Joging jadi teman kala waktu lengang,
Menembus angin, membuang bimbang.

Namun suatu sore datang suara,
Dari pengendara yang tak kuterka,
"Sepatumu murahan," katanya sinis,
Menggores hati, menebar tangis.

Langkahku berhenti, semangat pun surut,
Bayang-bayang kata itu terus mengikut.
Sebulan berlalu tanpa gerak,
Hanya diam dalam ruang yang sesak.

Ibuku bertanya dengan lembutnya,
"Kenapa engkau tak lagi biasa?"
Kujawab terbata, berbalut dusta,
Padahal hatiku luka, belum sembuh jua.

Tapi kata ibu bak cahaya pagi,
"Mau jadi abdi negara? Teruslah berlari."
Jiwaku tersentak, semangat menyala,
Aku harus bangkit, mengejar asa.

Menguatkan tekad, membakar cita.
Kini aku berlari bukan sekadar hobi,
Tapi langkah kecil menuju mimpi.
Tak peduli cemooh, tak takut hina,
Aku Haidar, sang pejuang cita-cita.

Komentar