KESALAHAN DAN PEMBELAJARAN - KELOMPOK 5

Anggota Kelompok :
1. M. Richard Ananda Rifa'i
2. M. Sayyid Akbar Asy-Syafi'i
3. Ananda Dwi Pratiwi
4. Ikrimah Thufailah Faqiyyah
5. Jannatan Nadia

KESALAHAN DAN PEMBELAJARAN 

Pada suatu hari terdapat tiga siswi di sekolah bernama Nanda, Riri, dan Nada yang sedang membeli makanan ketika istirahat kedua di siang hari. Tak lama kemudian, bel sekolah berbunyi menandakan jam Pelajaran dimulai kembali. Dari sinilah suatu konflik terjadi. 

Nanda : "Ayo teman-teman! Kita membolos saja, pelajaran hari ini pasti membosankan."

Riri : ( Diam, tapi mengangguk ) 

Nada : "Jangan, Nanda! Kita tidak boleh membolos. Nanti kita akan mendapat sanksi." 

Nanda : "Ah, tidak apa-apa! Kita bisa menghindarinya."

Nada : "Nanda, jangan! Kamu tidak bisa seperti itu! kita harus mengikuti pelajaran!" 

Nanda : "Kau selalu seperti ini Nada, tidak pernah setuju ucapan temanmu sendiri. Kamu tidak mengerti kami!"

Suasana menjadi tegang dan panas. Sepanjang Konflik terjadi, mereka menghabiskan banyak waktu dengan bertengkar sehingga melewatkan jam pelajaran. Di waktu yang sama ketua kelas bernama Sayyid sedang diutus oleh guru untuk membeli spidol di koperasi yang kebetulan bertempat di sebelah kantin sekolah. Sayyid melihat Nanda, Riri, dan Nada berada di kantin dan tidak mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung, kemudian Sayyid mendatangi mereka bertiga. 

Sayyid : "Apa yang terjadi di sini? Kenapa kalian tidak di kelas?"

Nanda, Riri, dan Nada : ( Mereka hanya menatap Sayyid dengan takut, tanpa menjawab ) 

Sayyid : "Jangan bilang kalian sedang membolos? Kenapa sudah pertengahan pelajaran kalian masih belum kembali ke kelas?"

Nanda : "Ehh, tidak kok kami tidak berniat membolos!" 

Sayyid : "Jangan membuat banyak alasan, kalau memang kalian membolos, bilang saja membolos!!"

Nanda : "Hmm, maaf.. kami memang berniat ingin membolos"

Nada : "Kamu saja yang membolos! Aku kan sudah bilang tadi, tidak boleh membolos, tapi kamu yang keras kepala!" ( dengan nada tidak terima )

Konflik mereka terus berlanjut, Sayyid tidak mau membuat suasana lebih tegang dan memilih memberitahu guru agar mereka berhenti bertengkar. Tak lama kemudian, Sayyid datang bersama guru yang bernama Pak Richard dan menghampiri mereka bertiga. 

Pak Richard : "Apa yang terjadi di sini? Saya dengar kalian sedang bertengkar?'

Sayyid : "Iya Pak, Nanda, Riri, dan Nada tidak ingin mengikuti pelajaran dan ingin membolos."

Pak Richard : "Apa benar seperti yang dikatakan Sayyid anak-anak? 

Nada : "Benar pak, tapi saya tidak berniat membolos pak. Saya hanya ingin mencegah Nanda dan juga Riri membolos, tapi mereka tidak mau mendengarkan."

Pak Richard : "Nanda, Riri, apa yang membuatmu ingin membolos?"

Nanda : "Maaf pak, Riri tidak bersalah, saya yang mengajaknya. Saya hanya capek mengikuti pelajaran, saya masih ingin istirahat."

Pak Richard : "Baiklah, saya paham. Mari kita cari solusi untuk ini. Kalian harus mengikuti pelajaran, tidak boleh membolos. Jika kalian membolos, maka akan ada konsekuensi yang harus dihadapi. Saya tidak ingin melihat kalian bertengkar lagi. Pertengkaran hanya akan membuat hubungan kalian menjadi renggang, dan pertengkaran bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Kalian harus belajar untuk berbicara dengan baik dan tidak menyalahkan satu sama lain" 

Nanda : "Pak, saya minta maaf. Saya tidak seharusnya membolos dan bertengkar dengan Nada."

Pak Richard : "Baiklah, Nanda. Minta maaf itu cara pertama untuk menyelesaikan permasalahan. Sekarang mari kita semua meminta maaf dan berjanji untuk tidak bertengkar lagi"

Mereka bertiga saling bermaaf-maafan dan suasana kembali menjadi damai. Pak Richard juga memberikan motivasi kepada mereka untuk menjadi lebih baik dan saling menjaga hubungan pertemanan, serta lebih fokus pada pelajaran. Dengan demikian, konflik antara mereka bertiga dapat diselesaikan dan mereka kembali ke kelas dalam keadaan lebih baik.


Unsur Pembangun Drama

1. Tema : Konflik remaja dan Pertemanan 

 2. Alur : Alur progresif/ alur maju

 3. Tokoh Penokohan :

       a. Nanda* : Siswi yang suka membolos

       b. Riri : Teman Nanda yang Pendiam dan Penurut

       c. Nada : Teman Nanda yang peduli

       d. Sayyid : Ketua kelas yang tegas dan peduli terhadap teman-temannya 

       e. Richard : Bapak guru yang bijak, sabar serta peduli kepada murid-muridnya

 4. Latar : Kantin Sekolah

 5. Waktu : Siang hari, Jam istirahat kedua

 7. Suasana : Tegang, Damai

 6. Amanat : Meminta maaf merupakan cara untuk menyelesaikan masalah dan dapat memperbaiki hubungan menjadi harmonis. Kita juga harus selalu menaati peraturan sekolah, seperti contoh mengikuti pelajaran dan tidak membolos. Itu sudah merupakan bentuk kedisiplinan kita dan tanggung jawab kita sebagai siswa di sekolah.



Komentar