KEWAJIBAN BERSAMA - KELOMPOK 8

Nama Kelompok :
AHLAN NAFAIS
ALIYA MUTIA HANUM 
ZIAN SAFARINA
BILQIS MERCIA S.

KEWAJIBAN BERSAMA

Waktu siang yang cukup terik, dimana semua murid sudah mulai merasa lelah akan kegiatan belajar mengajar yang dimulai sejak pagi tadi. Terlihat mereka semua tengah memperhatikan guru yang sedang mengajar mata pelajaran terakhir sebelum bel pulang berbunyi.

Hikaru : Berapa menit lagi pelajaran ini akan berakhir, aku sudah sangat tidak sabar untuk pulang.

Beika : Sebentar lagi, sekitar 5 menit lagi bel pulang akan berbunyi. Kenapa kamu terlihat sangat terburu-buru ingin pulang?

Hikaru : Iya nih, Beika. Setelah ini aku akan pergi bersama Inayah untuk mencari buku keluaran terbarunya Tere Liye. Aku sangat menantikan hal ini karena buku yang dikeluarkan itu terbatas, aku tidak mau jika nantinya aku akan kehabisan sebelum mendapatkannya.

Beika : Oalah, jadi karena itu. Semoga kamu mendapatkannya ya!

Hikaru : Oke beika, terimakasih!

Beika : Sama-sama, ru.

Bel sekolah pun berbunyi, pertanda seluruh anggota sekolah boleh meninggalkan tempat mereka. Semua anggota, baik para murid, guru, tenaga kerja lainnya pun terlihat beres-beres untuk kembali ke rumah. Sudah menjadi kewajiban murid untuk melaksanakan piket kelas sebelum mereka meninggalkan ruang kelas. Semua murid mendapatkan jadwalnya masing-masing untuk piket secara bergantian.

Hikaru : Bagaimana bisa aku piket disaat teman sepiketku tidak ada yang sekolah.

Inayah : Ayo aru, kita harus bergegas sebelum kita kehabisan bukunya.

Hikaru : Apa kamu tidak lihat? Aku ini harus menyelesaikan tugas bersih-bersih kelas sendirian, tidak ada yang masuk selain aku. Kalau memang kamu ingin segera, kamu boleh saja pergi duluan tanpaku.

Inayah : Yasudah, kalau begitu aku akan pergi duluan. Selamat tinggal aru!

Hikaru : Iya, yah, Hati-hati!

Melihat Hikaru menyapu ruang kelas sendirian, Beika mengajak satu temannya untuk membantu Hikaru membersihkan ruang kelas.

Beika : Kasian ya Hikaru. Sudah ditinggal inayah, piket sendirian pula.

Astrel : Iya juga, aku kira Inayah akan ikut membantu hikaru.

Beika : Tadinya aku juga mengira seperti itu. Bagaimana jika kita membantu Hikaru agar pekerjaan cepat selesai?

Astrel : Ide yang bagus. Ayo!

(Keduanya pun mengambill sapu dan langsung menyapu bagian yang belum tersapu. Hikaru yang melihat perbuatan temannya itu sedikit kaget)

Hikaru : Kalian sedang apa? Bukannya sudah waktunya pulang?

Beika : Memang.

Hikaru : Lalu mengapa kalian ikut menyapu kelas. Padahal kalian tidak bertugas dihari ini.

Astrel : Apa pantas jika kita membiarkan teman kita yang sedang piket ini sendirian. Pasti akan lebih cepat selesai jika dikerjakan secara bersama-sama.

Beika : Aku setuju!

Hikaru : Terimakasih banyak teman-teman. Kalian adalah teman terbaikku.

Astrel & Beika : Sama-sama, aru. Bukannya memang seperti ini arti dari pertemanan.

Hikaru : Aku rasa ini lebih dari teman. Kalian lebih memilih pulang telat dan membantuku daripada langsung pulang begitu saja.

Beika : Bukan apa-apa, aru. Toh aku dan astrel tidak sedang terburu-buru. Bukan begitu astrel?

Astrel : Iya benar! Bilang saja jika kamu memang memerlukan bantuan. Kita akan selalu ada.

Beika : Dengerin tuh, aru. Jangan merasa sendiri, akan ada kita yang senantiasa ada untukmu.

Hikaru : Terimakasih banyak teman-teman. Aku merasa sangat senang berteman dengan kalian.

Astrel & Beika : Tentu! Kami juga senang bisa berteman baik denganmu.

Akhirnya mereka bertiga membersihkan ruang kelas secara bersama-sama. Atas kepedulian dan kekompakan antar teman inilah yang menjadikan sebuah pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah dalam menyelesaikannya. Setelah mereka membersihkan ruang kelas, mereka pun pulang bersama menuju rumahnya masing-masing. Terlihat adanya kehangatan di antara pertemanan mereka bersama.


Analisis Struktur Teks Drama

Orientasi (Pembukaan)

Memperkenalkan cerita yang berlatar belakang kelas, pada waktu siang hari, dan tokoh utama Hikaru, Beika dan Inayah. Konflik mulai ditunjukkan saat Inayah, yang merupakan teman dekat Hikaru meninggalkan Hikaru yang masih piket seorang diri hanya karena tidak ingin kehabisan buku terbitan baru.

Komplikasi (Permasalahan)

Konflik antara Hikaru dan Inayah disaat Inayah lebih memilih mengejar buku terbitan baru dan meninggalkan Hikaru seorang diri daripada harus menunggu dan membantu Hikaru piket kelas. Hikaru merasa kecewa terhadap sikap Inayah.

Resolusi (Penyelesaian)

Beika mengajak Astrel untuk membantu Hikaru dalam menyelesaikan piket kelas. Mereka bertiga bekerja sama membersihkan kelas agar cepat selesai.

Koda (Penutup)

Ketiganya menyelesaikan piket dengan cepat. Mereka juga menyadari pentingnya tolong menolong sesama teman disaat salah satunya membutuhkan bantuan.


Analisis Unsur Kebahasaan

Penggunaan Dialog Langsung :

Hikaru : Berapa menit lagi pelajaran ini akan berakhir, aku sudah sangat tidak sabar untuk pulang.

Kalimat Imperatif dan Ekspresif :

‘Ide yang bagus. Ayo!’

Petunjuk Lakuan (Stage Direction) :

-

Kosakata Emosional dan Relasional :

‘Tentu! Kami juga senang bisa berteman baik denganmu.’

Bahasa Sehari-hari :

‘Ide yang bagus. Ayo!’

Deskripsi Singkat :

‘Keduanya pun mengambill sapu dan langsung menyapu bagian yang belum tersapu’


Pesan Moral dalam Drama

Pesan moral yang disampaikan dalam drama “Kewajiban Bersama” adalah: 

- Pentingnya dalam pertemanan itu harus saling tolong menolong serta saling bahu membahu agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat.

- Jangan pernah meninggalkan teman dalam keadaan susah sendirian. Sudah sepantasnya kita selalu ada saat teman merasa sendirian.

- Jangan egois dalam pertemanan


Paragraf Reflektif tentang Pentingnya Tolong Menolong dalam Pertemanan

Drama “Kewajiban Bersama” mengajarkan bahwa sesama teman harus saling tolong menolong. Konflik antara Hikaru dan Inayah terjadi karena Inayah bersikap egois, dia hanya mementingkan kesenangannya sendiri untuk mendapatkan buku terbitan baru tanpa memikirkan Hikaru yang harus menjalani piket seorang diri. Namun dalam drama ini, hadir tokoh yang bernama Beika dan Astrel yang mau membantu Hikaru. Terlihat dalam sikap mereka yang mau bekerja sama dan tolong menolong dalam menjalani piket kelas itu. Padahal itu bukan jadwal mereka, mereka berdua tidak merasa keberatan jika harus pulang lebih lama hanya untuk membantu Hikaru. Tanpa adanya kerja sama dan tolong menolong, tugas tidak akan selesai dengan cepat. Drama ini menginspirasi kita untuk lebih memahami kondisi sekitar, agar tidak selalu mementingkan diri sendiri saja, Kita ini adalah mahkluk sosial yang perlu ditolong dan harus menolong sesama.


Komentar