LAYAR RETAK, KENANGAN ABADI - M. FAIQ NAWAL

Di pojok kamar yang remang, hanya lampu tidur berbentuk bulan sabit yang menemani Naya. Di tangannya, sebuah ponsel usang dengan layar retak masih menyala. Bukan game atau media sosial yang ditatapnya, melainkan foto-foto lama. Foto-foto dirinya bersama sang kakek, Pak Harjo, seorang perajin wayang kulit yang kini telah tiada.
 
Kakek Harjo, dengan tangan-tangan keriputnya yang begitu mahir mengukir wayang, dulu selalu melarang Naya terlalu asyik dengan gadget. "Dunia ini tak hanya ada di layar kecil, Naya," katanya, suaranya serak namun penuh hikmah. "Ada keindahan lain yang perlu kau lihat, kau sentuh, kau rasakan."
 
Naya dulu tak begitu mengerti. Dunia di layar ponselnya terasa lebih menarik. Game-game seru, teman-teman maya, dan informasi instan menghibur dan menghias hari-harinya. Ia jarang menemani kakeknya di bengkel wayang kecil di belakang rumah. Ia lebih suka bermain game daripada mendengarkan cerita kakek tentang wayang dan kisah-kisah di balik ukirannya.
 
Kini, keheningan kamar hanya ditemani suara desisan kipas angin yang lemah. Ponsel usang itu menunjukkan foto Naya kecil yang sedang tertawa ria di pelukan kakeknya. Foto lain menunjukkan Naya yang sedang mencoba melukis wayang dengan cat air yang berantakan. Senyum Naya tampak sedih dan penuh penyesalan.
 
Setetes air mata jatuh di layar ponsel yang retak. Naya menyesal. Ia baru merasakan kehangatan dan keindahan dunia nyata setelah kehilangan kakeknya. Dunia di layar ponsel tak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hangat tangan kakeknya, suara ceritanya, dan aroma kayu jati di bengkel wayang itu.
 
Naya menutup ponselnya dengan lembut. Ia bangun dan perlahan menuju bengkel wayang yang kini sunyi. Di sana, tersimpan warisan kakeknya, dan di sana pula, Naya akan mulai mencari keindahan dunia nyata yang pernah ia abaikan. Gadget di tangannya tak akan lagi menjadi penghalang untuk menemukan keindahan itu. Ia akan memperbaiki layar retak itu dan menggunakannya hanya untuk hal-hal yang penting, bukan untuk melarikan diri dari dunia nyata.

Komentar