"Harapan adalah sarapan yang baik, tetapi
merupakan makan malam yang buruk”. Adalah kutipan yang membuat saya berpikir
bahwa harapan tidak akan selalu menjadi nyata, atau mungkin perlu menunggu
beberapa selang waktu untuk menjadikannya nyata. Dari yang kita tahu, setiap
harapan pasti sebelumnyaa memiliki rencana yang sudah kita susun. Harapan
inilah yang nantinya bisa menggambarkan kita mau seperti apa nantinya di masa
yang akan datang. Ketiga hal ini saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan
antara satu dengan yang lainnya.
Salah
satu contohnya adalah “seorang murid yang sedang menduduki bangku kelas 10 SMA,
ingin menjadi maba UI ditahun 2026 nanti”. Yang seperti kita lihat, bahwa murid
ini ingin menjadi salah satu mahasiswa dari universitas terbaik nomor satu di
Indonesia. Harapannya adalah, murid ini bisa lolos seleksi nasional berdasarkan
prestasi, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan SNBP. Maka, hal yang harus
dilakukan (rencana) murid ini adalah memastikan bahwa nilai rapornya selalu
meningkat dari tahun ke tahun, atau setidaknya pernah memenangi lomba berbasis
nasional sebagai pertimbangan untuk lolos SNBP.
Tapi,
apakah kalian yakin bahwa semua rencana itu akan berjalan dengan lancar?
Bagaimana jika ternyata saat dikelas 2, murid ini mengalami penurunan nilai?
Kenapa bisa nilai murid tersebut mengalami penurunan? Mungkin karena murid
tersebut mengalami kesulitan dalam memahami materi?. Dan dengan rencananya yang
kedua. Bagaimana jika saat mengikuti lomba, banyak anak-anak lain yang memiliki
kemampuan diatas murid tersebut?. Atau yang lebih parahnya adalah, bagaimana
jika murid ini tidak mendapatkan kuota SNBP? Apakah murid ini akan selalu
beranggapan bahwa dirinya tidak layak untuk menjadi salah satu mahasiswa UI
ditahun 2026? Atau dia akan mencari jalan lain untuk tetap menjadi salah satu
mahasiswa UI?
Untuk
siapa yang bisa menetukan iya dan tidak nya murid tersebut akan menjadi maba UI
hanyalah murid itu sendiri. Seandainya, saat murid itu mangalami kegagalan yang
pertama kalinya, dan murid tersebut tetap berusaha lagi. Kabar baiknya adalah,
murid tersebut mengalami kenaikan nilai yang cukup drastis, yang membuat si
murid percaya diri untuk mendaftarkan diri melalui jalur SNBP. Tapi ternyata
disisi lain, murid tersebut lebih memilih mengurungkan niatnya untuk
mendaftarkan diri jalur SNBP karena sudag merasa tidak akan mampu menaikkan
nilainya dikelas 3 nanti. Dari sini dapat kita lihat, bahwa rencana tidaklah
selalu langsung membawa kita pada harapan. Mungkin saja itu adanya kesulitan
kecil, dan kita tidak pernah tau kapan datangnya kemudahan atau keberhasilan
jika kita berhenti mencoba.
Sama
halnya dengan dengan Thomas Alva Edison, merupakan seorang penemu bola lampu
pijar yang sebelumnya pernah gagal dalam melakukan percobaan sebanyak 9.998
kali. Andai saja pada saat itu Thomas langsung menyerah pada percobaan yang ke
9.998 kalinya itu, maka hingga saat ini Thomas Alva Edison bukanlah seorang
penemu lampu bola pijar. Namun, dengan tekad kuat dan rasa optimis yang tinggi,
Thomas melakukan percobaan lagi untuk yang ke-1.000 kalinya. Dan dia berhasil
dalam melakukan percobaan tersebut. Dari sepenggal cerita milik salah satu
tokoh terkenal yang berkebangsaan Amerika, menunjukkan bahwa disetiap kegagalan
atau kesulitan, pasti akan ada kemudahan atau keberhasilan. Sayangnya kita
tidak tahu kapan kemudahan atau keberhasilan tersebut datang.
Saya
teringat dengan salah satu ayat suci Al-Qurán yang berbunyi “fa inna
maál-usri yusro () Inna maál usri yusra”.
Merupakan dua ayat suci Al-Qurán dari surat Al-insyirah ayat 5-6, yang artinya
adalah “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (
) Sesunggguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan”. Penggalan ayat inilah yang selalu saya ingat setiap saya
akan mulai menjalankan rencana yang sudah saya persiapkan, karena saya yakin,
jika setelah ada kesulitan, maka ada kemudahan. Bahkan Allah SWT menyebutkan
hal yang sama sebanyak dua kali dalam satu surat. Inilah yang menjadi landasan
kita sebagai umat islam yang beragama dalam meraih masa depan. Allah sudah
menjamin semua kesulitan, pasti ada kemudahan.
Sebagai
seorang murid, kata sulit sudahlah tidak asing bagi saya. Sering kali saya
mengalami kesuliatan, entah itu dalam hal pembelajaran, pertemanan, adaptasi,
dan lain-lainnya. Di sini saya tidak bilang bahwa kesulitan atau kegagalan
adalah hal yang baik dalam artian harus “dijaga”. Tapi kesulitan haruslah
segera diselesaikan untuk tercapainya kemudahan, dengan begitu saya bisa
mencapai hal yang saya inginkan dimasa depan nantinya. Atau kegagalan ini bisa
menjadikan masa depan yang cerah nan gemilang sesuai dengan ajaran agama yang
benar. Karena landasan saya dalam mencapai masa depan (rencana) sudah
berlandaskan ajaran Al-Qurán ,yang kedepannya akan membuat saya selalu percaya
pada takdir, selalu optimis dalam melakukan hal dan membuat saya yakin dalam
mengatasi kegagalan ini akan dibayar dengan kemudahan atau keberhasilan
nantinya.
Mungkin,
salah satu dari pembaca tulisan singkat ini pernah merasakan yang namanya capek
dengan kegagalan. Entah seberapa kuat usaha kalian dalam menjalankan rencana
kalian, seberapa serius kalian dalam hal tersebut dan lain sebagainya. Namun,
tetap saja yang kalian dapatkan hanyalah kegagalan atau kesulitan. Tapi ingat,
kalian memiliki harapan yang harus diwujudkan untuk masa depan kelak.
“wala
taiasu” merupakan penggalan dari surat Yusuf ayat 87, yang artinya
“janganlah menyerah”. Jadi dari sini kita tahu bahwa Allah megajak hamba-Nya
untuk jangan menyerah dan percayalah bahwa disetiap kesusahan pasti ada
kemudahan dalam membangun masa depan yang gemilang.
Sebagai penutup tulisan singkat ini, saya ingin mangajukan definisi tentang rencana yang kokoh dalam membangun masa depan. Bagi saya, rencana kokoh itu sendiri diibaratkan sebagai Masjid Baiturrahman, merupakan masjid tua yang tetap berdiri kokoh meski sudah dilanda tsunami yang sangat dahsyat di Aceh 19 tahun silam. Maksud saya disini adalah, tanamkan pada diri kalian masing-masing tekad yang kuat untuk membangun rencana yang sangat kokoh, hingga nantinya saat kalian mengalami ratusan kali kegagalan atau kesulitan, kalian harus tetap berusaha hingga mendapatkan keberhasilan atau kemudahan (yusro). Terutama bagi anak-anak muda yang masih menduduki bangku SMA, pastinya merekalah yang akan menjadi penerus bangsa dan negara dalam mewujudkan masa depan gemilang.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.vedantu.com/blog/how-many-times-edison-failed-to-invent-bulb
“harapan adalah sarapan yang baik, tetapi merupakan
makan malam yang buruk”. Adalah kutipan yang saya ambil dari https://www.bola.com/ragam/read/4372901/30-kata-kata-mutiara-tentang-harapan-penuh-motivasi-dan-pelajaran
ANALISIS SISTEMATIKA DAN KEBAHASAAN
1.
Pendahuluan: Paragraf 1
2.
Isi atau pembahasan: Paragraf 2-9
3.
Penutup: 10
Komentar
Posting Komentar