TANAH SUCI - M. RICHARD ANANDA RIFA'I

Matahari Mekkah menyala terang,

di langit biru tanpa bintik bayang.

Debu dan pasir menari perlahan,

mengisahkan zaman dalam bisikan.


Langkah Richard, pemuda luka,

menggenggam haru dalam jiwa fana.

Tak pernah ia sangka, di tahun ini,

tanah suci menjemput nurani.


Ka'bah berdiri, hitam dan agung,

kiswahnya memeluk doa yang mengapung.

Air mata jatuh tanpa kata,

di hadapan-Nya, semua fana.


Ia teringat desa yang sunyi,

rumah kecil, suara ibu yang dini.

Namun Mekkah, asing tapi dekat,

menyentuh jiwa yang lama penat.


Setiap sudut, setiap lantun,

doa manusia mengalun-alun.

Tak lagi beda warna dan rupa,

semua tunduk dalam cinta.


Di debu Mekkah, di bawah bintang,

Richard temukan cinta yang tenang.

Pasrah ia, tanpa suara,

menyambut cahaya dari Yang Esa.


Di tanah ini, ia akhirnya tahu,

bahwa keajaiban hadir saat hati bersatu.

Dengan doa tulus, jiwa pun bersih,

tanah suci menjadi pelabuhan kasih

Komentar