TEKNOLOGI DAN DIGITALISASI - ANANDA DWI PRATIWI

 PENDAHULUAN

          Sosial Media menjadi Media yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat saat ini dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan khususnya, para Pelajar. Media sosial juga bukan hanya sekadar tempat berbagi foto atau video. Bagi Pelajar, media sosial telah menjadi bagian dari gaya hidup digital yang tidak dapat terpisahkan. Kemenkominfo Indonesia menyatakan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang dan jumlahnya ini cukup besar. Di mana sebesar 95% orang Indonesia mengakses sosial media untuk penggunaan internet. 

          Saat ini penggunaan media sosial yang berlebihan banyak menimbulkan kecanduan pada penggunanya. Tanpa pengelolaan yang baik dan efisien, aktivitas ini dapat menggeser prioritas belajar siswa. Hal ini tentunya dapat berdampak pada kehidupan anak-anak dan remaja terutama dari segi prestasi di sekolah. Namun, disisi lain media sosial juga menyimpan potensi besar dalam mendukung pembelajaran modern yang lebih interaktif dan menyenangkan. 

          Pada teknologi perkembangan zaman, banyak anak yang mengalami kemunduran dalam prestasi belajar. Bukan hanya faktor menurunnya belajar anak tetapi, dalam tingkah laku pun terjadi kemunduran. Pesatnya teknologi saat ini menimbulkan dampak yang luar biasa bagi para Pelajar. Hal ini harus ada kerjasama yang baik antara orangtua dengan para guru.


PEMBAHASAN

          Sosial Media memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap siswa. Pernyataan ini sesuai dengan beberapa penelitian yang menyatakan bahwa sosial media berhubungan dengan prestasi akademik siswa. Pemanfaatan media sosial secara positif dapat berdampak besar pada pencapaian akademik siswa. Terdapat banyak konten edukatif yang tersebar di platform seperti Youtube, Tiktok, dan Instagram. Dalam sebuah studi oleh Universitas Indonesia (2022), ditemukan bahwa 68% siswa yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar dan mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi pelajaran.

          Namun, sisi gelap media sosial juga tidak bisa diabaikan. Kementerian Kominfo (2023) mencatat bahwa rata-rata siswa di Indonesia menghabiskan 4 hingga 6 jam per hari di media sosial, yang mayoritas digunakan untuk hiburan, bukan pembelajaran. Hal ini menyebabkan gangguan konsentrasi, penurunan jam tidur, serta menurunnya performa akademik, khususnya pada pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti matematika dan fisika.

          Tak hanya itu, media sosial juga membawa tekanan psikologis. Perbandingan sosial yang muncul akibat melihat unggahan orang lain dapat menurunkan rasa percaya diri siswa. Akibatnya, semangat belajar melemah dan siswa menjadi mudah cemas. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memicu stres akademik dan gangguan kesehatan mental.


*PENUTUP*

          Sosial media adalah media online yang memungkinkan penggunnanya menciptakan isi, berbagi dan berpartisipasi. Prestasi belajar adalah hasil pembelajaran peserta didik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pengaruh dari sosial media terhadap prestasi siswa dapat berdampak positif maupun negatif tergantung informasi yang diakses dan waktu penggunaannya. Media sosial bukan musuh bagi dunia Pendidikan, tetapi juga bukan sahabat yang sepenuhnya aman. Oleh karena itu, perlu adanya literasi sejak dini, pendampingan dari guru dan orang tua, serta penguatan motivasi belajar agarmedia social dapat menjadi peluang, bukan ancaman, bagi prestasi siswa.


KRITIK DAN SARAN

          Meskipun media sosial memiliki potensi besar untuk mendukung proses pembelajaran, sayangnya pemanfaatannya di kalangan siswa masih belum diarahkan secara optimal. Banyak sekolah belum memberikan edukasi literasi digital yang memadai, sehingga siswa cenderung menggunakan media sosial hanya untuk hiburan. Kritik juga ditujukan pada kurangnya kontrol dari orang tua dan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan gawai di rumah maupun di sekolah.

          Sebagai saran, pihak sekolah perlu memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler, agar siswa dapat memilah konten yang bermanfaat dan membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua juga diharapkan lebih aktif dalam mendampingi anak-anaknya menggunakan media sosial, misalnya dengan menetapkan jam khusus bebas gawai atau berdiskusi rutin tentang aktivitas digital anak. Dengan pendekatan yang kolaboratif, media sosial bisa diubah dari distraksi menjadi sarana pembelajaran yang produktif.


DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Komunikasi dan Informatika. 2023. Laporan Statistik Penggunaan Internet dan Media Sosial di Kalangan Para Pelajar Indonesia. Jakarta: Kominfo Press.

Universitas Indonesia. 2022. Pengaruh Media Sosial terhadap Prestasi Akademik Siswa SMA di Jakarta. Jakarta: UI Press.

Nurhalimah, Sitti. 2019. Media Sosial dan Masyarakat Pesisir : Refleksi Pemikiran

Mahasiswa Bidikmisi. Yogyakarta: Depublish.

Rosyid, Zaiful. 2019. Prestasi Belajar. Malang: Literasi Nusantara.

Komentar